HUKUM ASURANSI DAN KOPERASI

HUKUM KOPERASI INDONESIA

Resume

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Hukum Asuransi dan Koperasi”

Oleh :
Muhammad Nur Hadi
C02206083
Dosen Pembimbing :
NAFI MUBAROK SH.MHI

FAKULTAS SYARIAH
JURUSAN MUAMALAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2009

BAB 1
PEMAHAMAN DASAR MENGENAI KOPERASI
A. Ideologi Perekonomian
Alasan utama mengapa perlu mengetahui dan memahami idiologi dari suatu Negara dalam kaitannya dengan keberadaan lembaga koperasi, karena organisasi badan usaha memiliki karakteristik dan cara tersendiri dalam melakukan kegiatan ekonomi di Negara tersebut. Lebih jauh, di dalam aktifitas perekonomian dunia dan di Negara kita selama ini, eksistensi koperasi benar-benar “hadir” di dalam kehidupan sehari-hari. Hamper disemua lini kehidupan dan kegiatan perekonomian, kehadiran koperasi dan cara bekerja badan usaha koperasi (meskipun tidak sangat menonjol) terlihat nyata keberadaannya; baik dilingkungan para: pelajar, mahasiswa, pegawai negeri, karyawan swasta, pedagang, pelaku ekonomi nonformal, petani, pejabat pemerintah, maupun pengusaha. Hal itu disebabkan karena pada dasarnya ideology perekonomian itu sendiri memang “menghendaki” berkoperasi; inilah yang disebut sebagai ekonomi kerakyatan. Mengutamakan ;pemberian pelayanan kepada para anggota masyarakat yang merupakan tujuan utama dari sebuah organisasi koperasi, sehingga keberadaan badan usaha koperasi disebuah lingkungan masyarakat selalu signifikan bagi kepentingan ekonomi para anggota masyarakat yang menjadi anggota dan pengguna koperasi tersebut. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama dalam bidang kegiatan ekonomi. Khusus untuk keperluan pemehaman mengenai kehidupan organisasi koperasi, dari semua macam idiologi perekonomian yang pernah ada tersebut, maka idiologi-idiologi perekonomian itu kita batasi hanya menjadi 3 (tiga) bagian saja: 2(dua) bagian kita sebut sebagai idiologi kapitalis dan idiologi sosialis , sedangkan 1 (satu) bagian lagi kita sebut sebagai idiologi koperasi.

Idiologi kapitalis dan idiologi sosialis merupakan dua idiologi besar yang saling bertolak belakang dan sangat bertentangan. Pada intinya idilogi kepitaslmie mengajrkan kepada pengikutnya bahwa pengaturan tentang kegiatan ekonomi dan pelaksanaan pembangunan harus diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar, pengusa dan perusahaan-perusahaan swasta agar dapat diperoleh keuntungan yang maksimal, baik secara individual maupun secara perusahaan. . sebaliknya, idiologi sosialisme menghendaki bahwa segenap urusan ekonomi dan pelaksanaan pembangunan merupakan semangat social (social motivation) yang sepenuhnya dilaksanakan oleh Negara; dan semua perusahaan-perusahaan public atau perusahaan yang mendapatkan modal usaha Negara yang (centrally planned command economy) didirikan dengna satu maksud dan tujuan, yaitu untuk dapat memberikan kemanfaatan dan nilai tambah dalam meningkatkan taraf hidup dan kebutuhan memenuhi kepentingan ekonomi bersama (social benefit).
1. Idiologi Perekonomian Kapitalis
Kapitalis adalah suatu ideology atau paham percaya bahwa modal merupakan sumber utama untuk dapat menjalankan system perekonomian di suatu Negara. Semua proses dalam kehidupan manusia bersumber pada pengelolaan modal; baik itu modal milik perorangna, milik sekelompok masyarakat,maupun milik perusahaan-perusahaan swasta. Artinya, semua aktifitas kegiatan ekonomi membutuhkan modal. Pemilik modal, dalam mengelola sumber-sumber ekonomi itu bertujuan untuk mengakselersi perkembangna modalnya dengan berusaha seefisien mungkin untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Kapitalisme tumbuh dan berkembang di dalam situasi dan kondisi ekonomi di abad ke-18; yaitu dalam era revolusi industri di Inggris. Era revolusi industri tersebut, diawali dengan penemuan mesin pintalbenang oleh R. Hargreaves pada tahun 1764 dan kemudian diikuti adanya penemuan teknologi memanfaatkan tenaga air oleh Arkwright. Tenaga air tersebut, kemudian digunakan unutuk menjalankan mesin pintal tersebut. Kemudian pada tahun yang sama ditemukan pula mesin uap oleh james watt yang kemudian diikuti dengan penemuan teknologi melebur besi oleh Darbey dalam tahun 1765.
Salah satu tokoh ekonomi yang mendukung idiologi kapitalisme tersebut adalah adam semith yang dikenal dengan teorinya the wealth of nations. Kemudian dilajutkan dengan kehadiran W.W. Rostow dengan teorinya the five stage schame, disusul oleh harrod-domar dengan teorinya tabungan dan investasi, sedangkan Mc Clelland dengan teorinya the need for achievement. Pada pertengahan sedakade 1980-an, Ronald Reagan dan Margaret teacher juga tidak mau ketinggalandalam mengemukakan teorinya, yang mereka sebut sebagai: neo-liberalisme atau globalisasi pasar bebas atau dinamakan juga dengan teori kedaulatan pasar bebas. Semua teori-teori diatas, merupakan derivative, dari teori kapitalisme.
Berikut kami kutipkan pendapat dari hasil penelitian tim UGM yang ditulis dalam tahun 1985 dan temuan William N Luock dalam mengamati kemajuan perekonomian Negara amerika serikat yang dihasilkan oleh system kapitalis, antara lain sebagai berikut:
a. para pengusaha menjadi dinamis
b. adanya provit mitive
c. adanya pengakuan terhadap hak milik
d. diperbolehkan bersaing dengan bebas.
Kemudian William luock mengatakan bahwa tingkat kemajuan ekonomi kapitalisme di amerika serikat, telah menghasilkan:
a. keturunan (flexibility)
b. kenaikan standar hidup
c. timbulnya barang-barang konsumsi baru seperti mobil, alat-alat listrik, tekstil, TV,dan lain-lain.
d. Entrepreneurial energy
e. Kemajuan teknologi
f. Penggunaan sumber-sumber produksi.
g. Individualisme.
Namun demikian, disamping kebaikan-kebaikan tersebut diatas, kapitalisme juga dinilai memiliki keburukan-keburukan antara lain:
a. pertentangan antara penilai berdasarkan atas uang dengan nilai-nilai kemanusiaan.
b. Distribusi pemerataan ppendapatan yang tidak merata.
c. Penghasilan tanpa kerja.
d. Keburukan-keburukan yang disebabkan oleh politik yang mono-polistik.
e. Terjadinya pemborosan ekonomi
f. Tidak adanya keseimbangan
g. Ketidakpastian ekonomi
h. Terjadinya kekacauan social karena kepincangan perekonomian
i. Individualisme.
Karena keburukan-keburukan yang melekat pada kapitalisme seperti dicontohkan diatas, maka kemudian timbullah pemikiran dan idiologi baru untuk memperbaiki kondisi tersebut, yakni sosialisme.
2. Idiologi ;perekononmian sosialis.
Sosialisme merupakan suatu aliran yang ingin membebaskan manusia dari belenggu rantai persiapan manusia atas manusia dan bangsa melalui revolusi dimana alat-alat produksi harus menjadi milik bersama (seluruh anggota masyarakat), digunakan bersama dibawah pengaturan Negara. Sosialisme adalah suatu idiologi atau paham yang beranggapan bahwa modal merupakan milik bersama dari seluruh anggota masyarakat atau milik Negara yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Idiologi sosialisme pada hakikatnya adalah untuk mengoreksi idiologi kapitalisme.

3. Idiologi Koperasi
Idologi koperasi lahir dalam era kejayaan kapitalisme. Jika kapitalisme berpijak pada paham tentang pentingnya peranan modal dalam kegiatan ekonomi, maka koperasi lebih mengutamakan perusahaan manusia dalam memupuk modal. Dengan demikian, .perbedaannya terletak pada penekanan peranfaktor-faktor produksi dalam kegiatan ekonomi, koperasi pada manusianya, sedangkan kapitalisme pada kekuatan modal, dalam berkoprasi ada unsure-unsur yang dapat dipenuhi secara bersama-sama yaitu kebersamaan dalam menjalankan usaha dalam rangka kemampuan ekonomi para anggotanya.sehingga ada pameo yang popular dikalangan anggota koperasi yaitu, dari angghota, untuk anggota, dan oleh anggota.

SELENGKAPNYA konfirm (mnurhadi8@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: