REKSADANA

1. Sejarah Lahirnya Reksadana
Reksadana mulai dikenal sejak abad ke-19 pada tahun 1870, pada saat seorang tenaga pembukaan pabrik tekstil dari Skotlandia yang dikirim ke Amerika untuk mengelola investasi milik bosnya . Di Amerika Robert fleming melihat peluang investasi baru, yang muncul menyusul berakhir Perang Saudara.
Ketika selesai bertugas di Amerika, Robert fleming menceritakan temuannya tersebut kepada teman – temannya, ia berniat untuk memanfaatkan peluang tersebut, tetapi yang menjadi kendala adalah ia tidak mempunyai cukup modal. Masalah tersebut mendorongnya untuk mengumpulkan uang dari teman – temannya dan kemudian membentuk the Scottish American Investment trust, perusahaan menejemen inveatasi pertama di Inggris, pada tahun 1873 . Hal tersebut pada masa sekarang di sebut dengan Reksadana.
Hadirnya bank Muamalat, asuransi takaful, dan tumbuhnya lembaga keuangan syari’ah menimbulkan sikap optimis meningkatkan gairah investasi yang berbasis pada investor muslim. Bapepam mulai melakukan inisiatif yang berbasis pada investor muslim, maka mulai tahun 1997 di hadirkan reksadana syari’ah dengan produknya yang bernama danareksa syari’ah. Kemudian pada tahun 2000 di hadirkan kembali produk baru dengan nama danareksa berimbang .
Dengan adanya hal tersebut prinsip utama yang di anut oleh bank syari’ah adalah larangan riba, menjalankan bisnis dan aktivitas perdagangan yang berbasis pada keuntungan yang sah menirit syari’ah, dan memberikan zakat .
Dalam hal praktek – praktek kegiatan perbankan secara normal tidak bertentangan dengan syari’at islam, bank – bank islam telah mengadopsi system dan prosedur perbankan yang ada. Dengan demikian Dewan Pengawas Syari’ah berfungsi memberikan advis kepada bank islam untuk memastikan agar bank islam tidak terlibat ke dalam unsure – unsure yang tidak disetujui oleh agama islam.
2. Pengertian Reksadana syari’ah
Reksadana berasal dari kata “ reksa “ yang artinya jaga atau pelihara dan kata “ dana “ berarti uang, sehingga reksadana dapat diartikan sebagai kumpulan uang yang dipelihara . Reksadana pada umumnya dapat diartikan sebagai sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya atau investor menyerahkan sejumlah dana tertentu untuk digunakan sebagai modal berinvestasi . Dalam praktiknya istilah reksadana dikenal sebagai gabungan dana dari berbagai pihak yang digunakan bersama – sama untuk melakukan investasi.
Agar dapat di sebut sebagai reksadana, harus terdapat satu pihak yang dipercaya oleh seluruh peserta untuk menginvestasikan uang mereka. Pihak ini disebut dengan menejer investsi reksadana, menejer investasi itu sendiri adalah perusahaan pengelola yang berbadan hukum dan bertugas memutuskan jenis investasi apa yang memberikan keuntungan yang tinggi .
Reksadana menurut dewan syari’ah nasional adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh menejer investasi atau dapat di artikan sebagai reksadana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syari’at islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan menejer investasi sebagai wakil pemodal dengan pengguna investasi . Sedangkan reksadana syari;ah dapat diartikan sebagai reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syari’at islam. Misalnya tidak menginvestasikan pada saham – saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya yang bertentangan dengan syari’at islam .
3. Mekanisme Kegiatan Reksadana Syari’ah
1. Mekanisme operasional dalam reksadana syari’ah terdiri atas :
a. Antara pemodal dengan menejer investasi dilakukan dengan system wakalah.
b. Antara menejer investasi dan pengguna investasi dilakukan dengan system mudharabah. Disini mudhorobah dapat diartikan sebagai suatu akad atau sistem di mana seseorang memberikan hartanya kepada orang lain untuk di kelola dengan ketentuan bahwa keuntungan yang di peroleh ( dari hasil pengelolaan tersebut ) di bagi antara kedua pihak, sesuai dengan syarat yang disepakati oleh kedua pihak, dan kerugian di tanggung oleh pemodal selagi bukan kelalaian investor reksadana .
2. Karakteriktis sistem mudhorobah adalah :
a. Pembagian keuntungan antara pemodal yang diwakili oleh menejer investasi dan pengguna investasi berdasarkan pada prospektus yang telah disepakati kedua belah pihak melalui menejer investasi sebagai wakil dan tidak ada jaminan atau hasil investasi tertentu kepada modal.
b. Pemodal hanya menanggung resiko sebesar dana yang diberikan.
c. Menejer investasi sebagai wakil tidak tidak menanggung kerugian atas investasi yang dilakukannya sepanjang bukan karena kelalaiannya ( gross negligence / tafrith ).
3. Pengelolaan reksadana
Pengelolaan reksadana di lakukan oleh perusahaan yang telah mendapatkan ijin dara Bapepam . Perusahaan tersebut berupa :
a. Perusahaan efek, yang mana sudah terbentuk divisi tersendiri atau PT yang khusus menangani reksadana.
b. Perusahaan secara khusus bergerak sebagai perusahaan menejemen investasi ( PMI ).

4. Bentuk Reksadana Dan Produk Reksadana Syari’ah
1. Bentuk Reksadana
a. Reksadana berbentuk persero, dimana perusahaan penerbit reksadana menghimpun dana dengan menjual saham, dan selanjutnya dana dari hasil penjualan tersebut diinvestasikan kepada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar uang. Reksadana ini di bedakan menjadi dua menurut sifstnya yaitu , reksadana perseroan tertutup dan dana perseroan yang terbuka.

Ciri – cirri reksadana ini adalah :
1. Bentuk hukumannya adalah perseroan terbatas ( PT ).
2. Pengelola kekayaan reksadana didasarkan pada kontrak antara direksi perusahaan dengan menejer investasi yang ditunjuk.
3. Penyimpanan kekayaan reksadana didasarkan pada kontrak antara menejer investasi dengan bank custodian.
b. Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif, reksadana tersebut merupakan kontrak antara menejer investasi dengan bank custodian yang mengikat pemegang unit penyerta, Di mana menejer investasi di beri wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan bank custodian di beri wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif.
Ciri – cirri reksadana ini adalah :
1. Bentuk hukumannya adalah kontrak investasi kolektif ( KIK )
2. Pengelola reksadana dilakukan oleh menejer investasi berdasarkan kontrak
3. Penyimpanan kekayaan investasi kolektif dilaksanakan oleh bank custodian berdasarkan kontrak
2. Produk reksadana syari’ah
a. Danareksa Syari’ah
Danareksa tersebut memiliki tujuan ingin memperoleh pertumbuhan investasi melalui investasi saham secara syari’ah islam.
b. Danareksa syari’ah berimbang
Berbeda dengan danareksa syari’ah, untuk danareksa syari’ah berimbang memiliki tujuan ingin memperoleh hasil investasi yang berkelanjutan dengan tingkat diversifikasi yang tinggi secara syari’at islam .

5. Manfaat dan Kerugian Reksadana
Manfaat dari penyimpanan dana di reksadana antara lain :
1. Pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar, pemodal dapat melakukan diversitifikasi investasi dalam efek.
2. Reksadana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal.
3. Efisiensi waktu, karena bagi pemodal tidak perlu lagi memantau kinerja investasinya, hal tersebut dikarenakan telah dialihkannya investasi tersebut kepada menejer reksadana.
Adapun kerugian dari reksadana adalah :
1. Risiko berkurangnya nilai unit penyerta, hal tersebut dipengaruhi dengan adanya pengaruh oleh turunnya harga dari efek saham dan surat berharga lainnya yang masuk dalam portofolio reksadana tersebut.
2. Risiko likuiditas, risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh menejer investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali atas unit – unit yang dipegangnya.
3. Risiko wanprestasi, resiko ini timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasurangsikan kekayaan reksadana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal – hal yang tidak diinginkan .

KESIMPULAN
1. Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh menejer investasi.
2. Reksadana syari’ah adalah reksadana yang beroprasi menurut ketentuan dan prinsip syari’ah islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta dengan menejer investasi.
3. Mekanisme kegiatan reksadana syari’ah adalah :
a. Mekanisme operasional dalam reksadana syari’ah.
b. Karakteristis sistem mudharobah.
4. pengelolaan reksadana terdiri dari :
a. Perusahaan efek
b. Perusahaan yang khusus reksadana.
Dari kedua perusahaan tersebut harus sudah mendapatkan ijin dari Bapepam.
5. Produk dari reksadana adalah reksadana berbentuk persero, reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif. Sedangkan produk dari reksadana syari’an sendiri adalah danareksa syari’ah dan danareksa syari’ah berimbang.
6. Manfaat dan kerugian reksadana
a. Walaupun tidak mempunyai modal yang cukup pemodal dapat berinvestasi dalam efek.
b. Mempermudah untuk berinvestasi.
c. Efisiensi waktu.
Kerugian reksadana
a. Berkurangnya nilai unit penyerta.
b. Resiko likuiditas.
c. Resiko wanprestasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: