macam-macam kajian antropologi

ANTROPOLOGI

A. PENGERTIAN
Apakah antropologi itu? Seorang ahli antropologi bangsa amerika pernah mengatakan bahwa pokok-pokok yang tercakup oleh antropologi “dibatasi hanya oleh manusia”. Dalam pernyataan sederhana itu Albert kroeber memberi penghargaan kepada ruang lingkup yang sangat luas dari pengetahuan yang dicaku oleh ilmu antropologi. Secara harafiyah dalam bahasa yunani kata antropos berarti “manusia” dan logos berarti “studi atau ilmu”,jadi antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu tang tiada henti-hentinya tentang umat manusia. Antropologi mempunyai dua cabang yaitu antropologi fisik dan budaya.macam-macam antropologi fisik adalah sebagai berikut;

1. Antropologi Fisik
a) Paleoantrologi
Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sal usul manusia dan evolosi manusia dengan meneliti fosil-fosil,atau lebih jelasnya adalah ilmu yang mempelajari manusia dan perkembanganya. Agar dapat merekonstruksikan munculnya dan evolusi manusia,ahli-ahli paleontologi manusia mencari dan mempelajari fosoil-fosil yaitu peninggalan-peninggalan manusia-manusia dan pramanusia yang terkubur dan telah membatu. Para ahli paleontologi yang bekerja di Afrika timur misalnya,telah menggali peninggalan-peninggalan fosil dari mahluk-mahluk yang mirip manusia yang jidup lebih dari dua juta tahun yang lalu; penemuan-penemuan mereka disana mambantu antropologi fisik untuk menentukan dalam garis besarkira-kira kapan manusia prasejarah mulai memperoleh sikap tagak,tangan yang mudah digerakkan dan otak yang lebih besar.
b) Somatologi
Bidang kedua dari antropologi fisik adalah somatologi,yaitu ilmu yang mempelajari keragaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik,atau dengan kata lain yaitu penelitian mengenai variasi diantara manusia,membicarakan bagaimana dan apa sebabnya penduduk bumi pada masa ini menunjukkan perbedaan dam ciri-ciri khas fisik atau biologis.
Semua bangsa yang ada termasuk satu jenis mahluk yaitu homo sapiens,bukti bahwa mereka satu jenis adalah bahwa perkawinan diantara mereka dapat menghasilkan keturunan. Namun banyak sekali perbedan antara bangsa-bangsa di dunia ini. Para peneliti mengenai variasi diantara manusia itu mengemukakan pertanyaan-pertanyaan seperti: mengapa beberap bangsa lebih tinggi daripada yang lain? Mengapa beberapa bangsa lebih berbulu tubuhnya dibandingkan dengan yang lain,dan pertanyaan seterusnya.
c) Antropometri
Antropometri (dari Bahasa Yunani άνθρωπος yang berati manusia and μέτρον yang berarti mengukur, secara literal berarti “pengukuran manusia”), dalam antropologi fisik merujuk pada pengukuran individu manusia untuk mengetahui variasi fisik manusia.
Antropometri dapat dibagi menjadi 2 yaitu,
1) Antropometri Statis (struktural)
Yang dimaksud dengan antropometri Statis (struktural) adalah pengukuran manusia pada posisi diam, dan linier pada permukaan tubuh.
2) Antropometri Dinamis (fungsional)
Yang dimaksud dengan antropometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.
Hal-hal yang mempengaruhi dimensi antropometri manusia adalah sebagai berikut;
3) Umur
Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun.
4) Jenis kelamin
Pria pada umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali bagian dada dan pinggul.
5) Rumpun dan Suku Bangsa

6) Sosial ekonomi dan konsumsi gizi yang diperoleh
Kondisi ekonomi dan gizi juga berpengaruh terhadap ukuran antropometri meskipun juga bergantung pada kegiatan yang dilakukan.
7) Pekerjaan, aktivitas sehari-hari juga berpengaruh
8) Kondisi waktu pengukuran

2. Antropologi Budaya
a) Prehistory
Ada banyak cabang dari antropologi budaya,di antaranya yang pertama adalah prehistory. Dari segi bahasa prehistory berasal dari kata pre yang berarti sebelum dan history yang berarti sejarah,jadi prehistory adalah jaman sebelum sejarah. Dengan begitu antropologi prehistory adalah antropologi budaya-budaya pada jaman prasejarah dimana manusia belum mengenal tulisan.
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaan-kebudayaanya. Oleh karena itu dalam ilmu antropologi juga mempelajari kehidupan manusia pada jaman prasejarah beserta kebudayaan-kebudayaanya.Pennggalian fosil-fosil ataupun goa dan tempat-tempat yang di duga pernah menjadi tempat hidup manusia purba oleh para arkeololg,kemudian dengan di temukanya berbagai kerangka-kerangka Homo sapien,homo erektus,dan lain sebagainya dan ditemukanya piranti-piranti tradisional berupa bebatuan membuktikan bahwa pada jaman purba sudah ada kebudyaan-kebudayaan sederhana.
Homo sapiens,homo erectus ataupun manusia modern mempunyai tulang dan bentuk-bentuk tubuh yang hampir sama dengan primata,sehingga muncul kesimpulan dari para arkeolog seperti teori Darwin bahwasanya manusia merupakan evolusi dari primata.
b) Etnolinguistik
Cabang kedua dari antropologi budaya adalah antropologi linguistik,yaitu ilmu yang mempelajari bahasa-bahasa. Sebagai suatu ilmu pengetahuan,ilmu tentang bahasa agak lebih tua daripada antropologi. Dua disiplin itu menjadi sangat erat hubunganya pada waktu para ahli antropologi mula-mula melakukan penelitian lapangan karena mereka meminta bantuan tenaga tenaga ahli bahasa untuk mempelajari bahasa-bahasa masyarakat sederhana(primitif).
Ketika makin nyata, bahwa bahasa-bahasa memegang peranan utama dalam perkembangan budaya manusia. Bahasa pada hakekatnya merupakan wahana utama untuk meneruskan adat istiadat dari generasi yang satu dari generasi berikutnya maka antropologa makin bersandar pada ilmu-ilmu bahasa. Namun ada perbedaan karena berbeda dengan ahli-ahli bahasa lain. Ahli-ahli bahasa antropologi sangat tertarik pada sejarah dan struktur bahasa-bahasa yang tidak tertulis.
Bahasa adalah sarana yang paling mudah dan efisien untuk mewariskan sebuah kebudayaan ataupun pengetahuan.sebagai contoh,orang tua dengan bahasa hanya perlu mengatakan bahwasanya ular itu berbahaya,menerangkanya sedetail mungkin bahaya-bahayanya tanpa anak tersebut benar-benar melihat seekor ular dan melalui contoh-contoh,barulah dapat di tunjukan bahwa mahluk semacam itu harus di jauhi. Tanpa bahasa kita tidak dapat meneruskan atau menerima keterangan-keterangan secara simbolis dan dengan demikian tidak dapat menjadi pewaris dari suatu kebudayaan yang demikian kaya dan demikian aneka ragamnya.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa pengetahuan,kebudayaan dan kemajuan manusia tidak akan pernah tercapai atau tidak akan optimal tanpa adanya pembelajaran etnolinguistik yang baik.
c) Etnologi
Cabang ketiga dari antropologi budaya adalah antropologi etnologi,yaitu ilmu yang mempelajari bangsa-bangsa dan adat istiadatnya. Balajar etnologi ialah berusaha mamahami bagaimana perbedaan dari cara berfikir dan cara bertingkah laku yang sudah membaku pada orang-orang masa sekarang dan masa lalu, dan juga memahami sebab-sebab dari perbedaan itu. Dengan kata lain etnologi mempelajari pola-pola kelakuan seperti adat-istiadat perkawinan,struktur kekerabatan,system politik dan ekonomi,agama,cerita-cerita rakyat,kesenian dan music dan bagaimana perbedaan antara pola-pola itu dalam berbagai masyarakat pada masa ini.
Etnologi juga mempelajari dinamika kebudayaan bagaimana kebudayan berkembang dan berubah dan bagaimana kebudayaan tersebut dan kebudayaan lain saling mempengaruhi termasuk juga interaksi antara berbagai kepercayaan dan cara-cara pelaksanaanya di dalam suatu kebudayaan dan efeknya pada kepribadian perorangan.
Sebagai contoh ialah suku dayak di Kalimantan,suku dayak di Kalimantan sebagaimana asumsi kita selama ini bahwa suku dayak identik dengan kehiduan hutan,berburu,dan primitif. Namun jika sekarang kita berkunjung berkunjung kesana,semua telah berubah,suku dayak sudah mendiami kota-kota kecil maupun kota-kota besar,mereka sudah berubah dari kebudayaanya yang primitif menjadi manusia yang moderen,bahkan seluruh masyarakat dayak sudah mengalahkan suku jawa dalam hal bahasa,terbukti dalam suatu kota kecil di Kalteng(kasongan). Semua masyarakat dayak dikota itu baik dari golongan strata atas sampai bawah sekalipun mampu berbahasa Indonesia dengan baik,sedangkan di jawa tidak demikian. Itu merupakan bukti bahwa di sana telah terjadi perkembangan suatu kebudayaan.
d) Etnopsikologi
Etnopsikologi adalah ilmu yag mampelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam poses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan bepegang pada komsep psikologi.
e) Antropologi Spesialisasi
Antropologo spesialisasi adalah antropologi yang berkembang karena adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat yang menuntut pendekatan antropologi kependudukan, antropologi pendidikan, antopologi perkotaan, antropologi pedesaan, dan antroplogi kesehatan. Adapun macam-macam antropologi spesialisasi adalah sebagai berikut di bawah ini
1) Antropologi industry
Antropologi industry adalah studi ilimu tantang manusia yang dipusatkan pada aktivitas mereka dalam mengelola sumber daya-sumber daya (resources) baik Sumber Daya Manusia (SDM), maupun Sumber Daya Alam (SDA) di bidang produksi dan jasa.
2) Antropologi perkotaan
Antropologi perkotaan adalah stud ilmu tentang kehidupan manusia yang memfokuskan perhatiannya terhadap permasalahan yang terdapat atau timbul dalam kehidupan komunitas perkotaan.
3) Antropologi pedesaan
Antropologi perkotaan adalah stud ilmu tentang kehidupan manusia yang memfokuskan perhatiannya terhadap permasalahan yang terdapat atau timbul dalam kehidupan komunitas pedesaan.
4) Antropologi ekonomi
Antropologi ekonomi adalah suatu kajian dalam antropologi social budaya yang memusatkan studi pada gejala ekonomi dalam kehidupan masyarakat manusia. Posisi bidang kajian ini adalah sejajar dengan bidang kajian lain dalam study antropologi.
5) Antropologi kependudukan
Pembahasannya pilihan dan kendala, dan keterkaitan dinamika populasi dan budaya melalui determinan terdekat (misalnya, struktur keluarga, kematian bayi, penyusuan dan perawatan anak, usia, serta pembagian kerja seksual) yang menggambarkan bagaimana demografi dapat dan harus digunakan sebagai titik awal untuk memahami banyak masalah antropologi.
6) Antropologi kesehatan
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsure-unsur budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan.
7) Antropologi pendidikan
Antropologi pendidikan adalah suatu kajian antropologi yang mencoba mengungkapkan proses-proses transmisi budaya atau pewarisan pengetahuan melalui proses enkulturasi dan sosialisasi. Selain itu, proses belajar individu sebagai kegiatan sosial budaya merupakan pemahaman dari Antropologi Pendidikan, termasuk di dalamnya peran pendidikan formal dan pendidikan informal.


Daftar Pustaka
Keesing, Roger M., Antropologi Budaya: Suatu Perspektif Kontemporer (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1992).
Ihromi, T.O., Pokok-pokok Antropologi Budaya (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1996).
Lahajir., Etnoekologi perladangan Orang Dayak Tunjung Linggang (Yogyakarta: Galang Press, 2001).
http://narasibumi.blog.uns.ac.id/2009/04/14/antropologi-perkotaan/ANTROPOLOGI PERKOTAAN @ narasi.htm
http://blognyaprabu.multiply.com/journal/ tugas kuliah.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/ Antropometri.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: