METODE MENGAJAR BAHASA INGGRIS

A. GRAMMAR TRANSLATION METHOD
Grammar translation method adalah metode mengajar yang digunakan untuk menungjkatkan kemampuan siswa dalam berbicara, membaca dan menulis bahasa latin. Tujuan utamanya adalah siswa mampu membaca literatur yang ditulis dalam bahasa asing sehingga dalam pengajarannya siswa banyak latihan membaca dan menulis dalam bentuk bahasa asing. Prinsip dari metode ini adalah penterjemahan tata bahasa, penghafalan kosa kata dan rumus serta penafsiran bahasa asli.
Prosedur GTM adalah :
1. Siswa membaca teks yang ditulis
2. Siswa menterjemah dengan bahasanya sendiri
3. Guru menyuruh siswa untuk bertanya dengan menggunakan bahasa mereka
4. Siswa menulis jawaban sebagai pemahaman membaca
5. Siswa menterjemah kata baru sesuai dengan bahasa mereka
6. Siswa diberikan kaidah tata bahasa melalui contoh
7. Guru meminta siswa untuk merumuskan kaidah tersebut
8. Siswa menghafalkan kosa kata
B. DIRECT METHOD
Direct method adalah metode mengajar secara langsung dan secara alami. Dalam metode ini kosa kata diajarkan melalui demonstrasi benda dan gambar dan bahan-bahan visual lainnya. Tujuan dasarnya adalah siswa belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa secara spontan dan secara lisan.
Prosedur DM :
1. Siswa secara bergantian membaca teks dengan suara keras
2. Setelah membaca, mereka bertanya sesuai dengan bahasa mereka
3. Guru menjawabnya sesuai dengan bahasa mereka pula
4. Guru dan siswa melafalkan kosa kata secara bersama-sama
5. Siswa menyusun pertanyaan dan parnyataan untuk siswa yang lain
6. Guru meminta siswa untuk mengisi latihan-latihan soal
7. Siswa membaca latihan dengan keras dan melengkapi kata yang hilang
8. Guru meminta siswa untuk mencatat dengan cara mendikte.
C. AUDIO LINGUAL METHOD
Audio lingual method adalah metode yang diperkenalkan di USA pada tahun 1940, sebagai jawaban atau respon terhadap reading dan grammar translation method yang menganggap bahwasanya speaking itu lebih penting daripada reading.
Pada metode ini orang-orang yang belajar bahasa akan dilengkapi dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk menciptakan komunikasi yang efektif dalam menggunakan bahasa asing.
Tujuan linguistik (ilmu bahasa) ALM adalah:
1. Untuk memahami bahasa asing ketika berbicara dengan kecepatan normal dan difokuskan pada kebiasaan
2. Untuk berbicara dengan pronounciation yang tepat dan tata bahasa yang benar
3. Untuk menulis dengan standar yang tepat dan benar sesuai dengan topik
Disamping tujuan diatas metode ini juga mempunyai tujuan kultural seperti :
1. Para pelajar paham akan kebiasaan orang, yaitu cara berpakaian, pekerjaan, olah raga dan lain-lain
2. Untuk mengetahui fakta utama tentang geografi, sejarah, sosial dan politik
3. Untuk menghargai karya dan llmu pengetahuan orang lain
4. Untuk memahami nilai-nilai bahasa sebagai faktor utama dalam budaya mereka.
D. SILENT WAY
Silent Way Adalah nama dari sebuah metode pembelajaran bahasa yang ditemukan oleh CALES CATTEGAE, yang menjadi jawaban atau respon terhadap metode tradisional yang mana guru sangat aktif dan mendominasi kegiatan di kelas. Pada metode ini guru relatif diam, murid yang dituntut lebih aktif dalam memperkaya bahasa sebanyak mungkin. Guru menuntut murid untuk berperan dalam kegiatan pembelajaran.
Adapun prinsip dari metode ini adalah :
1. Tugas dari murid adalah menghubungkan ilmu bahasa yang telah mereka pelajari dan yang telah mereka pahami
2. Proses pemahama/pengertian bagi murid itu sangat penting
E. COMMUNITY LANGUAGE LEARNING (CLL)
CLL adalah metode mengajar yang pertama kali diperkenalkan oleh charles A. Curran dan komunitasnya, ia adalah seorang spesialis konseling dan profesor psikologi di universitas loyola di chicago. Metode ini berawal dari inspirasi sebuah teknik psikologi konselling dalam sebuah pembelajaran. Cll dipakai untuk mengajarkan bahasa asing yang mana guru berperan sebagai konselor dan murid sebagai klien yang ditekankan pada community learning atau pembelajaran secara kelompok.
Prinsip CLL :
1. Apa yang menjadi tujuan guru dalam menggunakan metode cll
2. Apa yang menjadi peraturan untuk guru dan murid
3. Bagaimana bentuk dan proses pembelajarannya
4. Bagaimana murid bisa berkomunikasi dengan baik kepada guru dan komunitasnya
5. Menunjukkan bahasa dan budayanya
6. Bagaimana menekankan bahasa terhadap siswa dan pengetahuan apa yang harus diterapkan
7. Bagaimana cara memberikan evaluasi yang tepat
8. Bagaimana guru merespon siswa yang lemah
Teknik CLL :
1. Percakapan siswa dengan menggunakan tape recorder
2. Guru merekam percakapan siswa
3. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan berbagai macam aktifitas
4. Siswa mendengarkan tape recorder tanpa intrupsi apapun dari guru
5. Siswa memilih sebagian catatan untuk dipraktekkan pronounciationnya dengan pengawasan guru
6. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat sebuah kalimat dengan kosa kata yang baru pada catatannya.
F. SUGESTOPEDIA METHOD
Adalah satu metode pengjaran yang dikembangkan oleh psikoterapis bulgaria georgi lazanov, ia percaya bahwa sesuatu yang ada disekitar kita bisa menjadi sarana dalam proses belajar baik sarana positif dan negatif. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif disini ada cara yang penting bagi guru bahasa, yaitu:
1. Cermat mengatur lingkungan fisik
2. guru harus sepenuhnya terlatih dalam seni sugestif komunikasi yakni mempunyai kemampuan untuk menggunakan sugesti secara tepat dengan bahasa, suara, intonasi, ekspresi wajah dan tubuh.
3. Guru harus mencintai murid-muridnya dan mengajar mereka melalui permainan, lagu, seni klasik dan kesenangan.
Tujuan dari sugestopedia adalah untuk membebaskan pikiran siswa dari asumsi negatif, yakni kata-kata negatif seperti “belajar adalah membosankan”, “bahasa inggris adalah sulit” dan lain-lain.
Teknik sugestopedia :
1. Guru memperkenalkan tata bahasa dan isi
2. Guru membaca teks pada kecepatan normal dan para siswa mengikuti
3. Para siswa rileks mendengarkan guru membaca teks dengan diiringi musik
4. Para siswa menyelesaikan apa yang telah mereka pelajari dengan drama, lagu dan permainan. Kelemahan dari metode ini adalah bahwa aspek sugestopedia hanya cocok untuk kelas-kelas kecil dan tidak ada penyediaan dan persiapan untuk tingkat menengah dan mahir
G. TOTAL PHISHICAL RESPONSE (TPR)
TPR adalah metode yang dikembangkan oleh james j. Ashers seorang pakar ilmu jiwa di universitas san jose, california pada tahun 1960an.
Prinsip dari metode ini adalah menyenangkan sehingga para pelajar tertarik dalam pembelajaran bahasa asing. Metode ini menggunakan gerakan tubuh yang dimaksudkan untuk mengurangi stress yang dirasakan oleh ketika belajar.
Bahasa yang akan diajarkan dimulai dari kata kerja dan kata benda sehingga para pelajar akan lebih mudah mempraktekkan dengan sebuah gerakan.
TPR adalah sebagai seperangkat peraturan grammar dan kelas bahasa yang bisa menjadi dasar dalam mengorganisasikan grammar untuk kosa kata baru. Para pelajar pertama-tama belajar arti sebuah kata dan dilanjutkan dengan menggunakan sebuah kalimat selanjutnya para pelajar menguji hasilnya dengan memberi perintah kepada temannya.
H. COMUNIATIVE TEACHING LEARNING (CTL)

TUJUAN DARI METODE ini adalah :
1. Untuk membangun kompetensi komunikatif
2. Untuk membangun prosedur pembelajaran mengenai empat kemampuan bahasa
Prinsip CTL :

One response to this post.

  1. Jalan-jalan Siang,,,
    Makasih bacaan nya…

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: